Berikut ini rangkuman materi pelajaran IPA Kelas VI Sistem Tata Surya, semoga bermanfaat.
TATA SURYA
Bumi yang kita tempati tergabung di dalam sistem tata surya. Sistem tata surya terdiri atas Matahari, planet, dan benda angkasa lainnya. Planet anggota tata surya adalah Merkurius, Venus, bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Benda angkasa lainnya berupa satelit, asteroid, meteoroid, dan komet. Bagaimana posisi benda-benda langit tersebut dalam sistem tata surya? Nah, simaklah penjelasan berikut agar kalian memahaminya.
A. Tata Surya dan Matahari Sebagai Pusatnya
Dahulu, manusia percaya bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Benda-benda langit seperti Matahari, bulan, dan bintang beredar mengelilingi bumi. Pendapat itu didasarkan pada penglihatan sehari-hari. Setiap hari, Matahari tampak terbit dari timur dan terbenam di barat. Begitu pula dengan bulan dan bintang. Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membantah anggapan tersebut.
Para ilmuwan melakukan pengamatan terhadap benda-benda langit. Mereka menemukan bahwa bumi berputar mengelilingi Matahari. Selain bumi, benda-benda langit lainnya juga mengelilingi Matahari. Dengan demikian, Matahari menjadi pusat peredaran benda-benda langit. Matahari dan benda-benda langit lainnya berada dalam satu sistem. Sistem itu disebut sistem tata surya. Jadi, sistem tata surya adalah sistem yang tersusun oleh Matahari sebagai pusat dan benda-benda langit yang mengelilinginya. Sungguh, Tuhan mengatur sistem tata surya yang sangat sempurna.

Mengapa planet dan benda langit lainnya bisa mengelilingi Matahari? Matahari adalah benda langit yang sangat besar. Matahari mempunyai diameter 1,4 juta kilometer (1.400.000 km). Ukuran tersebut mengakibatkan Matahari memiliki gravitasi yang besar. Gravitasi Matahari inilah yang menyebabkan anggota tata surya beredar mengelilingi Matahari.
Matahari merupakan salah satu dari jutaan bintang. Sebagai bintang, Matahari memancarkan cahayanya sendiri. Cahaya Matahari berasal dari reaksi gas-gas di dalam inti Matahari. Reaksi ini menghasilkan energi yang sangat besar. Energi tersebut dilepaskan sebagai panas dan cahaya. Energi yang dipancarkan Matahari setiap detik setara dengan energi Matahari yang diterima Bumi selama 100 tahun.

Matahari berupa bola gas raksasa. Energi yang sangat besar menyebabkannya menjadi sangat panas. Suhu di pusat Matahari mencapai 15 juta (15.000.000) °C. Sementara itu, suhu di permukaan mencapai 5.000 °C. Ini berarti suhu permukaan Matahari 50 kali suhu air mendidih. Akibatnya, planet terdekat, yaitu Merkurius dan Venus, menjadi panas membara. Sementara, panas Matahari yang sampai ke Bumi tidak terlalu tinggi. Ini dikarenakan jarak Matahari ke bumi sangat jauh. Bumi menerima panas yang tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Keadaan tersebut memungkinkan adanya kehidupan di bumi. Inilah salah satu bukti kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
B. Planet sebagai Anggota Tata Surya
Bumi merupakan salah satu dari delapan planet yang mengelilingi Matahari. Sebelum tahun 2006, astronom menyepakati ada sembilan planet dalam tata surya. Pada tanggal 25 Agustus 2006, astronom membuat kesepakatan baru. Kesepakatan baru tersebut tidak lagi menggolongkan Pluto sebagai planet. Pluto memiliki ukuran yang terlalu kecil, lebih kecil dari bulan. Selain itu, lintasan Pluto sangat jauh di luar sistem tata surya kita. Karenanya, Pluto dianggap tidak memenuhi syarat sebagai planet. Nah, bagaimanakah kedudukan planet-planet dalam sistem tata surya?

Setiap planet mengelilingi Matahari pada garis edarnya masing-masing. Garis edar planet disebut orbit. Sementara itu, gerakan planet mengelilingi Matahari disebut revolusi planet. Semakin jauh jarak planet dari Matahari, semakin panjang lintasan yang dilaluinya. Artinya, waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi semakin lama. Waktu yang diperlukan planet untuk satu kali revolusi disebut periode revolusi. Selain melakukan revolusi, semua planet juga berputar pada sumbunya masing-masing. Gerak planet pada sumbunya disebut rotasi planet.
Apakah perbedaan Matahari dengan planet? Matahari merupakan benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Sementara planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri. Meski demikian, planet terlihat sebagai benda bercahaya. Ini terjadi karena planet memantulkan cahaya Matahari.

Merkurius merupakan planet terdekat Matahari yang berupa bola batu berkawah dengan diameter 4.875 km. Suhu permukaan Merkurius yang menghadap Matahari bisa mencapai 425 °C. Sementara suhu bagian yang tidak mendapat sinar Matahari sangat rendah, yaitu -180 °C. Merkurius mempunyai periode revolusi 87,97 hari dan periode rotasi 59 hari.

Venus merupakan planet terpanas dalam tata surya. Ini dikarenakan permukaan Venus tertutup awan (atmosfer) yang tebal. Atmosfer ini memerangkap panas Matahari yang diterima Venus. Venus lebih besar daripada Merkurius dengan diameter 12.119 km. Suhu permukaan Venus mencapai 470 °C. Venus mempunyai periode revolusi 224,7 hari dan periode rotasi 243 hari. Venus bisa terlihat di ufuk timur sebelum Matahari terbit. Venus juga terlihat di ufuk barat sebelum Matahari tenggelam. Venus sering disebut bintang kejora.

Bumi merupakan satu-satunya planet yang ditempati makhluk hidup. Ini karena Bumi memiliki atmosfer yang mengandung banyak oksigen dan tersedia cukup air. Suhu permukaan Bumi rata-rata 22 °C sehingga memungkinkan adanya makhluk hidup. Bumi berjarak 150 juta kilometer dari Matahari. Untuk sekali revolusi, bumi membutuhkan waktu setahun (365¼ hari). Sementara itu, ia melakukan satu kali rotasi selama satu bulan (30 hari). Bumi berbentuk bulat yang agak pepat di bagian kutubnya. Diameternya di bagian kutub sebesar 12.714 km, sedangkan daerah khatulistiwa 12.757 km.

Mars adalah planet yang sangat kering dan tertutup debu merah. Oleh karena itu, Mars disebut juga planet merah. Mars berjarak 288 juta kilometer dari Matahari. Diameter Mars sekitar 6.760 km. Planet ini membutuhkan waktu 678 hari untuk sekali revolusi dan sebulan (30 hari) untuk sekali rotasi. Mars mempunyai nama lain Marikh atau Anggar.

Yupiter adalah planet terbesar dalam tata surya. Diameternya mencapai 142.796 km. Karena ukurannya yang sangat besar, planet ini disebut sebagai planet raksasa. Yupiter mempunyai periode revolusi 11,9 tahun dan periode rotasi 9 jam 55 menit. Permukaannya tertutup oleh awan berwarna-warni. Nama lain dari Yupiter adalah Masturi atau Respati.

Saturnus adalah planet keenam dalam tata surya. Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter. Saturnus berupa bola gas yang berwarna seperti gula merah pucat. Diameternya lebih dari 120.000 km. Saturnus mempunyai lingkaran bercahaya yang mengelilinginya. Lingkaran cahaya itu dinamakan cincin Saturnus. Suhu maksimal di permukaan Saturnus adalah -85 °C. Planet ini memiliki periode revolusi sekitar 29,5 tahun dan periode rotasi 10,2 jam.

Jarak Uranus sangat jauh dari Matahari. Suhu permukaannya sangat dingin, yaitu -183 °C. Diameter Uranus mencapai 50.800 km. Uranus memiliki periode rotasi 10 jam 49 menit dan periode revolusi 84,02 tahun. Atmosfer Uranus terdiri atas metana yang berwarna biru. Akibat gas alam ini, Uranus berwarna biru menakjubkan.

Neptunus merupakan planet terluar dalam sistem tata surya. Jaraknya yang sangat jauh dari Matahari menyebabkan Neptunus sangat dingin. Suhu permukaannya mencapai -205 °C. Diameter Neptunus sekitar 44.600 km. Neptunus mempunyai periode revolusi 165 tahun. Sementara itu, periode rotasinya sekitar 16 jam. Planet ini memiliki awan biru terang yang membuat keseluruhan planet terlihat biru. Di atas awan biru terdapat awan es yang bergerak mengelilingi planet.
C. Komet, Asteroid, Meteoroid, dan Satelit
Selain Matahari dan delapan planet, masih ada benda langit lainnya. Benda langit tersebut antara lain komet, asteroid, meteoroid, dan satelit. Bagaimanakah ciri-ciri setiap benda langit tersebut?
1. Komet
Pernahkah kalian melihat benda langit seperti bintang berekor? Benda langit itulah yang disebut komet atau bintang berekor. Jumlah komet di angkasa diperkirakan 100 milyar lebih. Sebuah komet terdiri atas debu dan es. Seperti anggota lainnya, komet juga bergerak mengelilingi Matahari. Ekor komet selalu menjauhi Matahari. Saat mendekati Matahari, ekor komet berada di belakang. Namun, saat menjauhi Matahari, ekor komet berada di depan. Komet paling terang dan terkenal adalah Halley. Komet ini muncul setiap 76 tahun sekali. Selain Halley, ada komet Encle yang muncul 3,3 tahun sekali, komet Biela muncul 6,6 tahun sekali, dan komet Kohoutek muncul 2 tahun sekali.
2. Asteroid
Di antara orbit Mars dan Yupiter terdapat titik-titik kecil. Titik-titik itu menggambarkan benda-benda langit yang berjumlah sekitar 100.000 buah. Benda langit tersebut dinamakan asteroid. Asteroid merupakan benda langit yang mengelilingi Matahari. Orbitnya ada di antara orbit Mars dan Yupiter. Asteroid mempunyai ukuran lebih kecil dari planet. Karenanya, asteroid disebut planet kecil. Diameter asteroid berkisar antara 1-750 km. Massa keseluruhan asteroid hanya sekitar 0,001 massa bumi. Asteroid yang besar antara lain Ceres, Pallas, Juno, Vesta, dan Eros. Selain di antara orbit Mars dan Yupiter, asteroid juga ditemukan di antara Saturnus dan Uranus. Asteroid ini diberi nama Chiron.
3. Meteoroid
Batuan kecil yang bergerak bebas di angkasa luar disebut meteoroid. Meteoroid bergerak bebas sehingga dapat menabrak bumi atau planet lain. Meteoroid yang masuk ke atmosfer bumi akan bergesekan dengan udara. Gesekan tersebut menghasilkan bunga api atau kilatan cahaya. Meteoroid dengan kilatan cahaya ini bergerak sangat cepat. Benda inilah yang terlihat sebagai bintang jatuh atau disebut meteor. Terkadang meteoroid habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi. Akan tetapi, ada juga pecahan batu meteoroid yang mencapai permukaan bumi. Batuan tersebut biasanya membentuk sebuah kawah yang disebut kawah meteor. Meteoroid yang sampai ke permukaan bumi disebut meteorit.
4. Satelit
Satelit adalah benda-benda yang berputar mengelilingi suatu planet. Ada planet yang tidak memiliki satelit. Ada pula planet yang memiliki banyak satelit. Sementara itu, bumi hanya memiliki satu satelit, yaitu bulan. Sebagai satelit bumi, bulan berputar mengelilingi bumi. Bulan merupakan satelit alami karena sejak awal sudah ada di alam.
Selain satelit alami, terdapat juga satelit buatan. Satelit buatan disebut juga pesawat ruang angkasa. Satelit buatan sengaja dibuat dan diluncurkan ke ruang angkasa.
Tujuannya adalah mengirimkan berita penting yang dapat dibaca dari ruang angkasa. Beberapa satelit buatan dan kegunaannya antara lain:
1) satelit cuaca untuk membantu ahli perkiraan cuaca dalam memperkirakan cuaca.
2) satelit komunikasi untuk membawa program televisi dan pesan-pesan telepon ke penjuru dunia.
3) satelit pengamat bumi yang mengawasi adanya polusi.
Sumber:
- Youtube.
- Suhartanti, Dwi, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
- Google.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar